PELITA — Pembelajaran Eksploratif Luar Kelas Inspiratif, Terarah, dan Aplikatif — hadir dari sebuah gagasan sederhana: anak akan belajar lebih bermakna ketika mereka diberi kesempatan untuk melihat, mengalami, dan menemukan pengetahuan secara langsung di lingkungan sekitarnya.
Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di antara empat dinding kelas. Lingkungan di sekitar peserta didik menyimpan begitu banyak sumber belajar yang dapat membuka wawasan dan menumbuhkan rasa ingin tahu. Tempat bersejarah, lingkungan alam, fasilitas publik, pusat kebudayaan, kegiatan masyarakat, tempat kerja, hingga ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar. Karena itu, melalui PELITA, sekolah memberikan ruang kepada peserta didik untuk keluar dari rutinitas pembelajaran dan berinteraksi langsung dengan berbagai sumber belajar nyata.
Kata “Eksploratif” menjadi ruh pertama dalam PELITA. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati, mencari tahu, bertanya, membandingkan, dan menemukan informasi dari apa yang mereka lihat dan alami. Mereka tidak hanya menerima pengetahuan dari penjelasan guru, tetapi terlibat dalam proses menemukan pengetahuan tersebut. Rasa ingin tahu menjadi pintu masuk pembelajaran, sementara pengalaman langsung menjadi bahan untuk membangun pemahaman.
Namun, eksplorasi dalam PELITA tetap “Terarah”. Kegiatan luar kelas dirancang berdasarkan tujuan pembelajaran yang jelas. Sebelum kegiatan, guru menyiapkan konteks, pertanyaan pemantik, panduan pengamatan, atau tugas yang membantu peserta didik memahami apa yang perlu dicermati. Selama kegiatan, mereka dapat mencatat hasil pengamatan, melakukan wawancara sederhana, mendokumentasikan temuan, berdiskusi, maupun bekerja dalam kelompok. Setelah kembali ke sekolah, pengalaman tersebut diolah melalui diskusi, presentasi, laporan, karya, atau bentuk refleksi lainnya.
Unsur “Luar Kelas” memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas ruang belajarnya. PELITA tidak membatasi kegiatan pada satu jenis tempat atau aktivitas. Pembelajaran dapat dilakukan melalui eksplorasi lingkungan sekolah, kebun, ruang terbuka, tempat bersejarah, museum, pusat budaya, fasilitas pelayanan publik, lingkungan masyarakat, maupun lokasi lain yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Salah satu contohnya adalah kegiatan pembelajaran ke Museum Kerta Gosa dan Museum Semarajaya, yang memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk mengamati secara langsung berbagai sumber sejarah dan budaya yang ada di lingkungan mereka.
Selanjutnya, pengalaman tersebut diharapkan memberikan pembelajaran yang “Inspiratif”. Ketika peserta didik melihat secara langsung sesuatu yang sebelumnya hanya mereka kenal melalui buku atau gambar, muncul kesempatan untuk membangun rasa ingin tahu dan menemukan perspektif baru. Mereka dapat melihat hubungan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata, mengenal potensi lingkungan, memahami sejarah dan budaya, serta menemukan berbagai hal yang mungkin belum pernah mereka pikirkan sebelumnya. Pengalaman semacam ini dapat menjadi pemantik bagi anak untuk terus bertanya dan belajar.
PELITA juga mengarah pada pembelajaran yang “Aplikatif”. Apa yang ditemukan peserta didik selama kegiatan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat. Hasil pengamatan dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas, membuat karya, menyusun laporan, mempresentasikan temuan, memecahkan masalah sederhana, atau menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan luar kelas memiliki tindak lanjut yang membuat pengalaman menjadi pengetahuan dan pengetahuan dapat diterapkan.
Kekuatan PELITA juga terletak pada kemampuannya menghubungkan berbagai kompetensi dalam satu pengalaman belajar. Sebuah kegiatan eksplorasi dapat sekaligus melatih kemampuan membaca dan menulis, mengolah informasi, bernalar kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, berkreativitas, dan membangun kemandirian. Peserta didik belajar memahami bahwa berbagai pengetahuan yang mereka peroleh di sekolah sesungguhnya saling terhubung dan dapat digunakan untuk memahami kehidupan di sekitarnya.
Karena itu, PELITA tidak dimaknai sebagai kegiatan pergi keluar sekolah semata. Yang menjadi inti adalah pengalaman belajar yang dirancang dengan tujuan, dilaksanakan melalui eksplorasi, memberikan inspirasi, dan menghasilkan pengetahuan yang dapat diterapkan. Museum, lingkungan alam, pusat budaya, fasilitas publik, maupun lingkungan masyarakat hanyalah ruang yang dapat digunakan untuk menghadirkan pengalaman tersebut.
Pada akhirnya, PELITA ingin menghadirkan cara belajar yang membuat anak lebih aktif dalam menemukan pengetahuan. Mereka datang dengan pertanyaan, menjelajah untuk menemukan jawaban, berdiskusi untuk memahami, kemudian membawa pengalaman tersebut kembali ke kelas untuk diolah menjadi pembelajaran. Dengan cara ini, dunia di sekitar anak dapat menjadi sumber belajar yang hidup dan pembelajaran terasa semakin dekat dengan kehidupan mereka.
PELITA — Pembelajaran Eksploratif Luar Kelas Inspiratif, Terarah, dan Aplikatif.
Sebuah langkah untuk memperluas ruang belajar, menyalakan rasa ingin tahu, dan memberi kesempatan kepada setiap anak untuk belajar dari dunia yang ada di sekelilingnya.
PELITA — Keluar Kelas, Eksplorasi Dunia, Temukan Makna.
#PELITA #PembelajaranEksploratif #PembelajaranLuarKelas #PembelajaranKontekstual #PembelajaranInspiratif #BelajarDariLingkungan #PembelajaranBermakna







